Minggu, 08 April 2012

Kasus pelanggaran hak cipta

Kasus pelanggaran hak cipta

Pelanggaran hak cipta yang akan dibahas kali ini adalah tentang pelanggaran hak cipta dalam bidang musik. Banyak kasus yang terjadi dalam bidang ini khususnya dinegara kita ini. Dari mulai kasus pelanggaran yang ringan sampai kasus pelanggaran yang berat.
Yang akan dibahas adalah kabar yang baru-baru ini di beritakan media massa, yaitu tentang tuduhan seorang pencipta lagu pencipta lagu sekaligus basis Rindu Band, mengklaim lagu yang dinyanyikan Cynthiara Alona  dalam acara ‘Bukan Empat Mata’ sebagai lagu ciptaannya.
Berikut berita yang di lansir kapanlagi.com

“Alona itu telah membajak lagu kita, kami melihat sendiri waktu dia di Bukan ‘Empat Mata’ pada 5 Desember 2011. Itu pertama kali kami melihat, kami merasa dia sengaja mengubah judul, aransemen, dan pencipta lagunya. Saya tanya ke mantan manager saya, tapi dia bilang tidak menjual lagu tersebut ke Alona,” kata Ipin seperti dilansir KapanLagi.
Ipin pun mengungkapkan bahwa ia memiliki bukti berupa master lagu asli yang diduga telah dijiplak oleh Cynthiara Alona. Ipin juga berharap Alona mau mengakui dan meminta izin padanya sebagai pencipta lagu.
“Saya hanya menuntut hak saya, kok bisa Alona membawakan lagu itu tanpa izin saya. Harusnya dia izin. Kalo dia punya hubungan dengan mantan manajer saya, saya tidak mau tahu,” ujarnya.
Gara-gara kejadian ini, bukan cuma Alona saja yang menjadi pembicaraan. Ipin pun dituduh hanya mencari sensasi dengan kasus penjiplakan lagu ini. Namun Ipin tidak peduli dan berkali-kali menegaskan bahwa ia punya bukti.
“Saya punya bukti kok, harapan saya Alona bisa meminta izin dulu,” kata Ipin. “Saya punya master mentah lagu itu dan dibantu oleh Posan, drummer Winner.”


Dalam penyelesaiannya di persidangan, kasus ini akan dijadikan sebuah drama mengenai pelanggaran hak cipta yang akan terjadi di meja hijau dan melibatkan semua pihak dalam kasus ini maupun sebagai bagian dari pengadilan dalam mengadili kasus ini.

Rabu, 07 Maret 2012

Masalah Industri dan Ketenagakerjaan

      Fungsi pemerintah di bidang ketenagakerjaan lima tahun berlalu nyaris seperti alat daur-ulang sampah arah kebijakan nasional yang salah. Setidaknya bidang ini harus menerima dampak kegagalan di dua bidang terkait, yaitu pendidikan dan ekonomi.

Bidang Pendidikan

Dari total 104,49 juta angkatan kerja, 55,43 juta diantaranya berpendidikan SD ke bawah. Sisanya,19,85% berpendidikan SMP, 15,43% yang berpendidikan SMA, 7,19% yang berpendidikan diploma,dan 6,90% yang berpendidikan tinggi (sarjana). Karakteristik pendidikan dasar ini berjalan sesuai dengan program wajib belajar 9 tahun milik pemerintah. Dalam situasi dunia semaju sekarang, program pemerintah tersebut jelas ketinggalanzaman. Lulusan pendidikan dasar dan menengah hanya bisa tertampung di industri berteknologi rendah, di samping pertanian yang juga masih tertinggal (bahkan di level ASEAN). Atau tragisnya dikirim ke luar negeri demi devisa. Tampak, strategi dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dalam relevansinya dengan ketenagakerjaan masih berangkat dari paradigma politik upah murah sebagai keunggulan komparatif. Sementara yang berhasil memperoleh pendidikan lebih tinggi pun tidak luput dari masalah. Tahun 2004 sampai 2008 jumlah sarjana yang menganggur naik dua kali lipat dari 5,7% menjadi 11,4%(500 ribu menjadi 1,1 juta).Selain mahal bagi mayoritas rakyat (terutama untuk menjangkau level SMA ke atas), terdapat faktor ekonomi lain yang secara tidak langsung menghambat akses rakyat terhadap pendidikan. Banyak ditemui anak yang dipaksa bekerja menopang kelanjutan hidup keluarga. Tahun 2003 terdapat 1.502.600 anak berusia 10 hingga 14 tahun yang bekerja dan tidak bersekolah, sekitar 1.621.400anak tidak bersekolah serta membantu di rumah atau melakukan hal lainnya.International Labor Organization (ILO) bersama pemerintah RI telah meluncurkan program penghapusan pekerja anak (Antara, 09/07/2008), tapi program ini tidak menyentuh akar alasankenapa anak-anak tersebut terpaksa bekerja mencari nafkah.
 
Bidang Ekonomi
    Struktur ketenagakerjaan Indonesia, sesuai struktur perekonomiannya, mayoritas berada di sektor pertanian dan perkebunan. Namun kontribusi terbesar untuk PDB masih berasal dari sektor industri pengolahan, dengan 13,22 juta tenaga kerja (2007). Pada tahun 2005, sektor pertanian hanyamenyumbang 13,4% terhadap PDB, sementara sektor industri pengolahan menyumbang 28,1%terhadap PDB. Struktur industrinya pun bermasalah, karena tidak berdiri kokoh di atas basis modaldan kebutuhan dalam negeri melainkan bergantung modal dan pasar asing. 
     Sejak krisis ekonomi tahun 1997 lalu pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia tumbuh minus, atau yang dikenal dengan istilah deindustrialisasi. Menteri Perindustrian MS Hidayat menggambarkan:"Gejala deindustrialisasi ini juga terlihat dari konsumsi BBM industri yang terus turun sejak 2000, jugakonsumsi listrik industri. Per 2008, peran industri manufaktur tinggal 27,9% dari PDB setelah sempat mendekati 35%. Sejak krisis ekonomi 1997-1998, industri manufaktur mengalami penurunan pertumbuhan turun sangat drastis Pada 10 tahun menjelang krisis (1987-1996), industri manufaktur nonmigas tumbuh rata-rata 12%/tahun, lima poin lebih tinggi dari pertumbuhan produk dosmetik bruto (PDB) pada waktu itu (6,9%). Setelah krisis (2000-2008), industri manufaktur nonmigas rata-rata tumbuh 5,7%/tahun, sedikit lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan PDB (5,2%)."
Tanggapan:
menurut saya, pemerintah harus lebih memperhatikan lagi masalah pendidikan karena dalam situasi dunia yang sudah maju seperti sekarang ini program pemerintah jelas sangat sudah ketinggalan zaman. Banyak lulusan dasar atau menengah hanya bisa tertampung diindustri yang berteknologi rendah, maka dari itu pemerintah harus meningkatkan lagi bidang pendidikan dinegara ini, karena banyak anak-anak yang tidak sekolah untuk membantu orang tuanya bekerja, apalagi ada yang mempekerjakan anak dengan cara paksa, oleh karena itu pemerintah harus lebih tegas lagi dalam menghadapi masalah ketenagakerjaan ini.
adapun didalam bidang ekonomi pemerintah harus memperhatikan permasalahan perekonomian yang sedang krisis saat ini karena dengan naiknya bahan pokok di negara ini membuat perekonomian semakin tidak memenuhi grafik pada dasarnya, misalnya dengan naik nya harga bbm semua harga bahan pokok menjadi naik, karena banyak sekali makanan atau bahan pokok yang tidak memakai bbm juga ikut-ikutan naik. Jadi, pemerintah harus lebih memperhatikan lagi atau memperhitungkan lagi dengan naiknya bbm dimana perekonomian di indonesia ini yang grafik ekonominya sedang naik turun akan membuat masyarakat risih dengan kenaikan harga bbm saat ini.

 http://www.scribd.com/doc/33618423/Masalah-Industri-Dan-Ketenagakerjaan
 
 

Minggu, 27 November 2011

PERBATASAN

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga.
Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional 2004-2009) telah menetapkan arah dan pengembangan wilayah Perbatasan Negara sebagai salah satu program prioritas pembangunan nasional. Pembangunan wilayah perbatasan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan misi pembangunan nasional, terutama untuk menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah, pertahanan keamanan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan.  Paradigma baru, pengembangan wilayah-wilayah perbatasan adalah dengan mengubah arah kebijakan pembangunan yang selama ini cenderung berorientasi “inward looking”, menjadi “outward looking” sehingga wilayah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga. Pendekatan pembangunan wilayah Perbatasan Negara menggunakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dengan tidak meninggalkan pendekatan keamanan (security approach). Sedangkan program pengembangan wilayah perbatasan (RPJM Nasional 2004-2009), bertujuan untuk : (a) menjaga keutuhan wilayah NKRI melalui penetapan hak kedaulatan NKRI yang dijamin oleh Hukum Internasional; (b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan menggali potensi ekonomi, sosial dan budaya serta keuntungan lokasi geografis yang sangat strategis untuk berhubungan dengan negara tetangga. Disamping itu permasalahan perbatasan juga dihadapkan pada permasalahan keamanan seperti separatisme dan maraknya kegiatan-kegiatan ilegal.
Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2005 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2006 (RKP 2006) telah pula menempatkan pembangunan wilayah perbatasan sebagai prioritas pertama dalam mengurangi disparitas pembangunan antarwilayah, dengan program-program antara lain : Percepatan pembangunan prasarana dan sarana di wilayah perbatasan, pulau-pulau kecil terisolir melalui kegiatan : (i) pengarusutamaan DAK untuk wilayah perbatasan, terkait dengan pendidikan, kesehatan, kelautan dan perikanan, irigási, dan transportasi, (ii) penerapan skim kewajiban layanan publik dan keperintisan untuk transportasi dan kewajiban layanan untuk telekomunikasi serta listrik pedesaan; Pengembangan ekonomi di wilayah Perbatasan Negara; Peningkatan keamanan dan kelancaran lalu lintas orang dan barang di wilayah perbatasan, melalui kegiatan : (i) penetapan garis batas negara dan garis batas administratif, (ii) peningkatan penyediaan fasilitas kapabeanan, keimigrasian, karantina, komunikasi, informasi, dan pertahanan di wilayah Perbatasan Negara (CIQS); Peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah yang secara adminstratif terletak di wilayah Perbatasan Negara.
Komitmen pemerintah melalui kedua produk hukum ini pada kenyataannya belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya karena beberapa faktor yang saling terkait, mulai dari segi politik, hukum, kelembagaan, sumberdaya, koordinasi, dan faktor lainnya.
Sebagian besar wilayah perbatasan di Indonesia masih merupakan daerah tertinggal dengan sarana dan prasarana sosial dan ekonomi yang masih sangat terbatas. Pandangan dimasa lalu bahwa daerah perbatasan merupakan wilayah yang perlu diawasi secara ketat karena menjadi tempat persembunyian para pemberontak telah menjadikan paradigma pembangunan perbatasan lebih mengutamakan pada pendekatan keamanan dari pada kesejahteraan.  Sebagai wilayah perbatasan di beberapa daerah menjadi tidak tersentuh oleh dinamika sehingga pembangunan dan masyarakatnya pada umumnya miskin dan banyak yang berorientasi kepada negara tetangga. Di lain pihak, salah satu negara tetangga yaitu Malaysia, telah membangun pusat-pusat pertumbuhan dan koridor perbatasannya melalui berbagai kegiatan ekonomi dan perdagangan yang telah memberikan keuntungan bagi pemerintah maupun masyarakatnya.  Demikian juga Timor Leste, tidak tertutup kemungkinan dimasa mendatang dalam waktu yang relatif singkat, melalui pemanfaatan dukungan internasional, akan menjadi negara yang berkembang pesat, sehingga jika tidak diantisipasi provinsi NTT yang ada di perbatasan dengan negara tersebut akan tetap tertinggal.
Dengan berlakunya perdagangan bebas baik ASEAN maupun internasional serta kesepakatan serta kerjasama ekonomi baik regional maupun bilateral, maka peluang ekonomi di beberapa wilayah perbatasan darat maupun laut menjadi lebih terbuka dan perlu menjadi pertimbangan dalam upaya pengembangan wilayah tersebut.  Kerjasama sub-regional seperti AFTA (Asean Free Trade Area), IMS-GT (Indonesia Malaysia Singapura Growth Triangle), IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle), BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philipina-East Asian Growth Area) dan AIDA (Australia Indonesia Development Area) perlu dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan keuntungan kedua belah pihak secara seimbang. Untuk melaksanakan berbagai kerjasama ekonomi internasional dan sub-regional tersebut Indonesia perlu menyiapkan berbagai kebijakan dan langkah serta program pembangunan yang menyeluruh dan terpadu sehingga Indonesia tidak akan tertinggal dari negara-negara tetangga yang menyebabkan sumberdaya alam yang tersedia terutama di wilayah perbatasan akan tersedot keluar tanpa memberikan keuntungan bagai masyarakat dan pemerintah.  Sarana dan prasarana ekonomi dan sosial yang dibutuhkan dalam rangka pelaksanaan kerjasama bilateral dan sub-regional perlu disiapkan. Penyediaan sarana dan prasarana ini tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, oleh karena itu diperlukan penentuan prioritas baik lokasi maupun waktu pelaksanaannya.
Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan ini diharapkan dapat memberikan prinsip-prinsip pengembangan wilayah Perbatasan Negara sesuai dengan karakteristik fungsionalnya untuk mengejar ketertinggalan dari daerah di sekitarnya yang lebih berkembang ataupun untuk mensinergikan dengan perkembangan negara tetangga. Selain itu, kebijakan dan strategi ini nantinya juga ditujukan untuk menjaga atau mengamankan wilayah Perbatasan Negara dari upaya-upaya eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun yang dilakukan dengan dorongan kepentingan negara tetangga, sehingga kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara lebih selektif dan optimal.

Minggu, 30 Oktober 2011

kekerabatan

kekerabatan adalah dimana suatu perkumpulan yang mempunyai ikatan dalam kekeluargaan atau bisa disebut untuk bersilahturahmi kepada setiap orang dalam perkumpulan tersebut. masyarakat membuat suatu acara misalnya, mengadakan sebuah rapat, arisan, silahturahmi, dll dimana semua itu membuat satu masyarakat dapat berkumpul dan bisa tuker pikiran satu sama lain kepada masyarakat yang lainnya. kekerabatan membuat kita akrab satu sama lain bisa lebih deket lagi dan bisa menjadi sebua keluarga kecil yang dibuat secara sadar.

Makna sebuah lagu

 RINDU

selama aku mencari, selama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi
bersama mega-mega, menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati ku panggil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata aku cinta padamu
peluhku berjatuhan, menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang ku punya
rindu ini telah sekian lama terpendam
getaran di hatiku yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata yeah aku cinta
kepadamu ooh kepadamu ooh

mkna dari lagu ini adalah:
makna dari lagu ini adalah dimana seorang pria yang merindukan seorang wanita yang dicintainya, yang berada jauh disana, karena bayang-bayang mu dibatas senja yang membuat rindu akan senyumannya, dalam lagu rindu ini seorang pria yang akan haus belaian seorang wanita yang sudah lama ditunggu-tunggu akan datang kepada seorang pria tersebut dan ternyata seorang wanita itu sudah tidak memiliki rasa dengan pria ini, maka dari itu getaran hati yang membuat seorang pria itu masih ingin memiliki hati seorang wanita yang sangat ia sayangi, sedang apa dan dimana dirinya yang ku cinta dan ku tak tau dan tak lagi tau seperti waktu dulu dan apakah mungkin bila kini ku ingin kembali menjalani janji hati kita.

Minggu, 02 Oktober 2011

Ormas Islam Hancurkan Patung Wayang di Purwakarta

         Tentang pemengalan patung wayang di purwakarta yang saya tahu itu umat muslim di purwakarta tidak setuju dengan ada nya patung itu karena menurut agama islam bila menyembah patung sama saja dianggap berhala atau sama saja dibilang musyrik. Para ulama Islam dari Forum Ulama Indonesia melakukan demonstrasi di luar kantor administrasi lokal pada hari Jumat lalu, menuntut agar patung Bima yang merupakan figur pewayangan Jawa, dicopot.
Dalam sebuah percakapan, KH Abdullah Joban, ketua forum cabang Purwakarta, mendesak pihak administrasi untuk menghancurkan patung itu, dengan mengklaim bahwa “patung itu bertentangan dengan identitas islamik kota itu.”
Patung raksasa Bima itu berdiri di Jalan Baru di Nagri Kaler yang merupakan sub distrik Purwakarta. Dalam pernyataan resminya kepada pihak administrasi, Forum Ulama mengklaim bahwa patung Bima itu memberikan dampak negatif terhadap publik karena itu adalah sebuah imej dari figur yang hanya eksis dalam “keyakinan tahayul” masyarakat.
“Ini adalah sebuah cara untuk menghilangkan patung itu dari keyakinan tahayul. Dari sudut pandang ekonomi, patung ini hanya buang-buang uang dan dari sudut pandang hukum, patung ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat umum,” kata Abdullah. Ia kemudian menambahkan bahwa patung itu harus diganti dengan sebuah figur Islamik. Kepala distrik Purwakarta, Dedi Mulyadi tampaknya masih memiliki 2 lagi patung yang merupakan patung bernuansa pewayangan Jawa, yang didirikan di daerah itu.

       Suasana Kota Purwakarta pun mencekam begitu massa secara beringas menghancurkan satu per satu wayang yang memiliki nilai ratusan juta rupiah. Sasaran pertama mereka patung Gatot Kaca di Parapatan Comro.Dengan menggunakan tambang yang diikatkan ke bagian leher patung, massa secara beramai-ramai menariknya hingga roboh.

MUDIK

       Mudik, mungkin kita semua sudah tidak asing lagi mendengar kata mudik. Mudik sendiri biasanya dilakukan pada hari besar atau hari raya idul fitri bagi umat islam yang menjalankan nya, banyak orang yang dari kampun ke jakarta untuk bekerja dan pada saat untuk berlebaran mereka pulang kekampung nya masing-masing untuk bertemu keluarga besar. karena ada yang sudah tidak pulang berbulan-bulan atau pun bertahun-tahun mungkin mudik sendiri bisa kita bilang hari dimana kita berkumpul kepada keluarga besar karena dengan moment seperti itulah kita bisa saling bersilahturahmi,dalam acara mudik sendiri mempunyai suatu tradisi yang tidak boleh ditinggalkan selain bertemu keluarga pastinya ingin makan makanan khas lebaran idul fitri yaitu ketupat, opor ayam,sambel goreng ati, rendang dll

    Hanya di indonesia lah mudik berada,karena cuma di indonesia yang mempunyai tradisi mudik dan tidak di negara lainnya. Suatu hal yang istimewah bisa berkumpul dengan keluarga,mungkin bisa dibilang mudik bisa didapat dari siapa saja bisa dari kalangan atas bisa jadi juga dari kalangan bawah karena mudik adalah hak semua orang yang merayakannya, terutama bagi umat islam di indonesia.